Banyak insinyur menghadapi tantangan karena perlu mengoperasikan katup solenoida 24VAC ketika hanya catu daya DC yang tersedia. Meskipun ini tampak sebagai masalah kompatibilitas, penyesuaian tegangan yang tepat dan desain rangkaian dapat memungkinkan pengoperasian katup AC yang andal di lingkungan DC. Artikel ini mengeksplorasi metode praktis untuk menggerakkan solenoida 24VAC dengan daya DC, termasuk pemilihan tegangan dan strategi optimalisasi kinerja.
Dalam sistem kontrol otomatis, katup solenoida memainkan peran penting dalam aplikasi kontrol fluida. Varian 24VAC sangat dihargai karena stabilitas dan keandalannya. Namun, situasi sering muncul di mana hanya sumber daya DC yang dapat diakses, menciptakan dilema operasional.
Seorang pengembang bernama Cyryl menghadapi tantangan ini saat membangun pengontrol air empat saluran menggunakan mikrokontroler ESP32 untuk mengelola katup solenoida RainBird 100-DV-A. Setelah menyelesaikan pemrograman kontrol, ia menghadapi masalah kompatibilitas daya: katup memerlukan 24VAC sementara sistemnya hanya menawarkan daya DC. Penelitian menunjukkan bahwa pengurangan tegangan dapat memungkinkan pengoperasian DC, tetapi parameter spesifiknya tetap tidak jelas.
Katup solenoida beroperasi melalui induksi elektromagnetik. Kumparan yang diberi energi menghasilkan medan magnet yang menggerakkan torak untuk mengontrol aliran fluida. Solenoida AC menghadirkan resistansi dan reaktansi induktif, sedangkan rangkaian DC hanya mengalami resistansi. Spesifikasi RainBird 100-DV-A meliputi:
Meskipun Hukum Ohm memberikan perhitungan teoretis, implementasi dunia nyata memerlukan penyesuaian empiris. Laporan lapangan menunjukkan pengoperasian yang berhasil pada 9VDC, meskipun persyaratan daya menunjukkan bahwa tegangan yang lebih tinggi mungkin diperlukan. Perhitungan daya penahan (P=VI) menghasilkan 6W (24V × 0,25A). Untuk pengoperasian 12VDC, ini diterjemahkan menjadi penarikan arus 0,5A.
Prosedur pengujian yang direkomendasikan melibatkan:
Tindakan keselamatan penting meliputi:
Modul relai berfungsi sebagai antarmuka penting antara pengontrol tegangan rendah dan solenoida berdaya tinggi. Kriteria pemilihan harus mencakup:
Modulasi lebar pulsa (PWM) menawarkan kemampuan kontrol yang ditingkatkan, termasuk:
Mikrokontroler ESP32 menampilkan fungsionalitas PWM terintegrasi, memungkinkan algoritma kontrol canggih melalui siklus tugas yang dapat diprogram.
Pengoperasian DC dari solenoida 24VAC merupakan solusi yang layak jika praktik rekayasa yang tepat diikuti. Rekomendasi utama meliputi penentuan tegangan empiris, protokol pengujian yang menyeluruh, dan tindakan keselamatan yang tepat. Metode ini memungkinkan integrasi sistem yang andal tanpa memerlukan infrastruktur daya AC.
Kontak Person: Ms. WU JUAN
Tel: +8613487492560
Faks: 86--85511828